Sekolah Tatap Muka Di Banjarmasin Resmi Dibatalkan

Sekolah Tatap Muka Di Banjarmasin Resmi Dibatalkan

Pemerintah pusat pun memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala mikro selama 14 hari, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan pembelajaran tatap muka mulai jenjang anak usia dini hingga perguruan tinggi di Jawa-Bali tidak diberlakukan selama PPKM Darurat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan yang mengomandoi pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat darurat di Jawa-Bali telah memaparkan isi aturan terbaru tersebut. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyadari bahwa sejak setahun terakhir anak-anak menjadi lebih banyak belajar di rumah, tidak bepergian dan bermain di luar rumah.

Saat ini, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah fokus pada pengetatan protokol kesehatan di masyarakat, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mikro dan vaksinasi terus digencarkan. Pemerintah Kota Palembang memutuskan untuk menunda sekolah tatap muka yang rencana akan digelar pada 12 Juli 2021. Penundaan dilakukan karena terjadi lonjakan penyebaran wabah virus corona (COVID-19).

Ketua umum IDAI Prof Aman Pulungan menegaskan, pelaksanaan sekolah tatap muka belum aman digelar, mengingat saat ini lonjakan kasus Covid-19 semakin tajam. Pemerintah sebelumnya telah merencanakan untuk menggelar uji coba sekolah tatap muka pada bulan Juli tahun 2021. Grafik kasus positif Covid-19 yang terus naik tinggi belakangan ini jadi penyebab. Arus desakan untuk menunda kegiatan sekolah tatap muka Casino Online pun mengalir kencang dari berbagai kalangan. Lukman mengatakan, Dinas Pendidikan telah mengajukan draf peraturan Wali Kota, tentang standar peraturan prosedur penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tatap muka di masa Pandemi Covid-19. TANGERANGNEWS.com-Setelah sempat dibatalkan, proses pembelajaran tatap muka di sekolah saat pandemi COVID-19 akhirnya mulai dibuka semester ini atau Juli 2021.

Tetap belajar meskipun tidak di sekolah,” ujar Presiden dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. JAKARTA -Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh anak Indonesia pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2021 yang digelar secara digital pada Jumat, 23 Juli 2021. Salah satu pesan Presiden adalah agar anak-anak Indonesia tetap bersemangat dalam menuntut ilmu meskipun tidak dilakukan di sekolah karena situasi pandemi Covid-19. Peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum bersatunya seluruh komponen Bangsa Indonesia untuk penuhi hak dan lindungi anak, agar anak semangat belajar dan gembira meski di tengah pandemi Covid-19. Semangat tersebut terus digelorakan pada Puncak Peringatan HAN 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 23 Juli 2021 secara digital.

Sekolah dengan tatap muka dibatalkan

“Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ,” ucapnya. Orang tua/wali pada wilayah selain tujuh provinsi dalam PPKM Darurat memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ. Tetapi, seandainya tidak memungkinkan akan kembali dilanjutkan belajar secara daring. Jokowi meminta anak-anak tetap belajar, selalu memakai masker jika keluar rumah, mencuci tangan secara berkala dan mengingatkan teman serta tetangga untuk melakukan hal serupa. Pemberian remisi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Hukum dan HAM dalam mengedepankan kepentingan ABH, dan mempercepat proses integrasi anak ke tengah-tengah masyarakat. Harapan remisi ini tak lain agar anak bisa semakin cepat berkumpul kembali dengan keluarga dan masyarakat, dalam rangka menata kembali masa depannya menjadi lebih baik lagi, ungkap Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Di SMA 1 Wonogiri, Jawa Timur seorang siswa positif covid-19 saat pemeriksaan swab antigen. Selain itu, di SDN 2 Baturetno seorang guru terkonfirmasi positif covid-19. Untuk saat ini, masih dilakukan tracing terhadap siswa dan guru lainnya. Selanjutnya, mengizinkan pelaksanaan kegiatan di rumah ibadah dengan pembatasan 50 persen serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan SMPN 9 sudah mengantongi izin orangtua siswa untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Plt Gubernur Sulsel meminta kepada semua anak-anak di Indonesia khususnya di Sulsel untuk semakin kreatif, patuh kepada orang tua, serta senantiasa tetap menjaga semangat belajar meskipun dalam kondisi yang terbatas. Untuk terus mengantisipasi segala resiko terpaparnya virus corona klaster sekolah, Sobahi memutuskan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap dengan cara daring atau online. SOP yang diberikan terhadap sekolah adalah persiapan dan penerapan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka berlangsung. Seperti menyediakan fasilitas penerapan protokol kesehatan untuk alat pencuci tangan, dan jarak tempat duduk bagi peserta didik.

Leave a Reply