Partisipasi Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Selama Pembelajaran Daring

Partisipasi Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Selama Pembelajaran Daring

Jika perlu mengadakan pertemuan lewat Zoom dengan teman-teman sekolah. Karena bertemu dengan teman meskipun secara on-line, dapat meningkatkan semangat siswa yang mungkin sempat menurun. Jika dirasa aman, dapat juga dilakukan kunjungan ke rumah agar silaturahmi dan sosialisasi anak tetap terjaga. Sekolah yang selama ini tidak begitu melibatkan orangtua dalam proses pendidikan anak, mulai berbenah, setahap demi setahap menjalin komunikasi dan kolaborasi. Orangtua yang selama ini menganggap keterlibatan pada pendidikan anak hanya sebatas iuran dan rapat komite, mulai menyadari pentingya mendampingi pendidikan anak baik di rumah maupun di sekolah. Sebaliknya, tidak sedikit pula keluhan di media sosial yang menginginkan pemerintah kembali membuka sekolah.

Jakarta, CNBC Indonesia – Merebaknya virus corona Covid-19 membuat metode belajar-mengajar berubah. Sekarang semua sekolah menerapkan belajar online atau belajar jarak jauh. Namun metode ini dikeluhkan banyak orang emak-emak atau orang tua. Dari seleksi masuk perguruan tinggi negeri beberapa tahun terakhir, prodi favorit mahasiswa hampir selalu sama. Akhirnya, tidak ada satupun orangtua yang bahagia di masa pandemi. Dari hasil survey sekolah kami, hingga survei Kemendikbud, orang tua dan siswa menginginkan untuk kembali bersekolah.

Pengajar bergelar S-2 hanya 2 orang, padahal syarat mengharuskan 6 orang. “Akibatnya, kami tak lulus reakreditasi pada tahu 2012,” ujar Yunyun. Program S-3 Program Studi Kajian Lingkungan dan Pembangunan , misalnya, sempat belum bisa mengeluarkan ijazah mahasiswa kaena belum mengantongi izin. Akibatnya, kelulusan mahasiswa diundur sekitar setahun hingga akhirnya prodi itu mengantongi izin dan bisa mengeluarkan ijazah pada 2010.

Beberapa masukan bagi orang tua yang kewalahan menjaga anak

Batasan ini juga berlaku dalam cara mendidik anak secara Islami. Dimana orang tua harus berperilaku baik dan jadi contoh baik bagi anak. Tanpa disadari orang tua, kadang anak melihat kebiasaan-kebiasaan orang tua dan akan meniru. Jadi, orang tua harus benar-benar berhati-hati dalam berperilaku dan bertindak. Pengendalian diri melibatkan kemampuan untuk mengendalikan amarah, dengan tenang membahas perbedaan pendapat, dan menghindari panik.

Bagaimanapun, kondisi belajar dari rumah memang merupakan hal baru. Untuk menjaga agar anaknya tidak mudah bosan, Nita pun bersiasat dalam memahami anaknya. Ia mulai mengatur jadwal anaknya saat berkegiatan di rumah, termasuk belajar dari rumah. “Dulu, anak-anak bermain permainan papan sampai usia 12 tahun, tapi belakangan, banyak yang sudah beralih ke permainan digital pada usia sekitar 8 Slot Online Terpercaya tahun”, kata Hermann Hutter. Tapi di masa pandemi corona, permainan papan dicari orang lagi, terutama para orang tua untuk anak-anak mereka.

Leave a Reply